Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaBerita Aceh UtaraPj Bupati Mahyuzar...

Pj Bupati Mahyuzar Tinjau Bendung Krueng Pase, Begini Saran Keuchik Sudah ke BWS Sumatera I

ACEH UTARA – Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, meninjau proyek Rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi Krueng Pase di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, berbatasan dengan Gampong Maddi, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Senin, 24 Juli 2023, sore.

Pj. Bupati Mahyuzar bersama Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Utara Jaffar, Camat Meurah Mulia Andre Prayudha, Camat Nibong Rizki Rasmana, Camat Tanah Pasir Safri, dan sejumlah pejabat terkait lainnya tiba di lokasi proyek itu sekitar pukul 17.30 WIB. Pj. Bupati dan rombongan disambut sejumlah tokoh masyarakat dan para petani.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Mahyuzar menyampaikan kepada masyarakat di lokasi proyek itu bahwa kunjungannya untuk melihat langsung kondisi di lapangan, menggali informasi dan mendengarkan keinginan masyarakat terkait Bendung Krueng Pase.

Untuk diketahui, proyek Rehabilitasi Bendung Krueng Pase bersumber dari APBN tahun 2021 dengan nilai kontrak Rp44,8 miliar mangkrak sejak Januari 2023. Dampaknya, sawah seluas 8.922 hektare terbentang di delapan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara, yakni Meurah Mulia, Nibong, Syamtalira Bayu, Samudera, Tanah Luas, Tanah Pasir, Syamtalira Aron, Matangkuli, dan satu kecamatan masuk wilayah Kota Lhokseumawe yaitu Blang Mangat sampai sekarang masih mengalami kekeringan.

Ribuan petani di sembilan kecamatan tersebut tidak dapat menggarap sawah secara normal selama tiga tahun terakhir, setelah Bendung Krueng Pase jebol akibat diterjang banjir pada pengujung tahun 2020.

Para petani yang kini terancam kelaparan sangat berharap Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I segera melanjutkan kembali pembangunan Bendung Krueng Pase sampai tuntas.

Harapan tersebut sudah berulang kali disampaikan masyarakat sejak masa Pj. Bupati Aceh Utara Azwardi. Di antaranya, saat Pj. Bupati Azwardi turun ke lokasi Bendung Irigasi Krueng Pase, Kamis, 2 Maret 2023. Saat itu, Azwardi melihat proyek tersebut masih mangkrak. Azwardi juga menerima informasi dari tokoh masyarakat bahwa rekanan proyek itu menunggak rekening listrik Rp125 juta, dan belum membayar utang ratusan juta rupiah kepada pemasok material.

Baca:: Pj Bupati Lihat Proyek Irigasi Krueng Pase Mangkrak, Rekanan Banyak Utang, dan Menunggak Listrik

Pj. Bupati Azwardi kemudian beberapa kali mendatangi BWS Sumatera I untuk menyampaikan harapan masyarakat delapan kecamatan di Aceh Utara yang meminta proyek Bendung Krueng Pase segera dilanjutkan kembali sampai rampung.

[Pj. Bupati Aceh Utara Azwardi dan sejumlah tokoh masyarakat berfoto bersama Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Heru Setiawan, usai pertemuan di Kantor BWS itu di Banda Aceh, 13 Juli 2023. Foto: Istimewa]

Terakhir pada 13 Juli 2023, satu hari menjelang berakhir masa jabatannya sebagai Pj. Bupati, Azwardi mengajak sejumlah tokoh masyarakat bertemu langsung dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Heru Setiawan, di Kantor BWS itu di Banda Aceh.

“Dalam pertemuan itu hadir Pak Pj. Bupati Azwardi, Mukim Teungoh Kecamatan Tanah Luas, H. Muhammad Nur, tokoh pertanian dan mantan Mukim Tgk. H. Ali Puteh, dan saya,” kata Keuchik Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Murhadi, kepada portalsatu.com via telepon, Selasa, 25 Juli 2023.

Menurut Murhadi, dalam pertemuan itu pihak BWS Sumatera I menyampaikan telah memutuskan kontrak dengan PT Rudy Jaya, rekanan proyek Rehabilitasi Bendung Krueng Pase, karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Sambil menunggu proses pemilihan rekanan baru untuk melanjutkan pekerjaan tersebut, kata dia, pihak balai menyatakan akan membangun kisdam (penyekat sementara antara air dan lokasi pembangunan konstruksi irigasi) atau semacam bendung darurat supaya masyarakat bisa kembali menggarap sawah.

“Menurut pihak balai, kisdam sementara akan dibuat sebelum ada rekanan baru, karena jika menunggu pekerjaan bendung itu dilanjutkan oleh rekanan baru butuh waktu lama, prosesnya panjang,” ungkap Murhadi.

“Bahkan pihak balai menyatakan akan membantu dengan pompa air apabila suplai air belum mencukupi setelah dibuat kisdam nantinya. Pihak balai juga menyampaikan akan turun ke lokasi proyek Bendung Krueng Pase dalam bulan ini, tapi sampai sekarang mereka belum datang ke sana,” tambah Murhadi.

Murhadi berharap Pj. Bupati Aceh Utara yang baru, Mahyuzar, turut mengundang sejumlah tokoh masyarakat yang selama ini ikut mengadvokasi persoalan proyek Bendung Krueng Pase untuk mendengarkan masukan.

“Saran kita kepada Pak Pj. Bupati yang baru agar memanggil orang-orang yang paham tentang persoalan itu dari awal, dan pernah bernegosiasi dengan pihak balai (BWS Sumatera I) supaya beliau mendapatkan informasi lebih detail. Sehingga bisa diambil sikap dengan tujuan agar masyarakat bisa menggarap kembali sawah,” pungkas Murhadi.

Portalsatu.com berupaya mengkonfimasi Kepala BWS Sumatera I, Heru Setiawan, dengan mengirimkan pertanyaan via pesan Whatsapp, Selasa, 25 Juli 2023, menjelang siang. Namun, sampai Selasa sore, ia belum merespons.[](red)

Baca juga: