Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaBerita SubulussalamRamadan Talk Show:...

Ramadan Talk Show: Peran Pemuda dalam Memaksimalkan Potensi Wisata Daerah

SUBULUSSALAM – Puluhan pelajar SMA sederajat di Kota Subulussalam mengikuti Ramadan Talk Show dengan tema “Peran pemuda dalam memaksimalkan potensi wisata daerah” yang diprakarsai Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) di Lapangan Beringin, Rabu, 12 April 2023.

Kegiatan tersebut rangkaian acara Ramadan Fair 1444 H di lokasi Pujasera yang menghadirkan narasumber Ketua Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) Aceh, Munawar Khalil dan Ketua DPRK Ade Fadly Pranata Bintang, S. Ked.

Dalam focus group discussion (FGD) yang dipandu Event Organizer (EO) Ramadan Fair ke-3 Kota Subulussalam Ilham, Ketua Dewisnu Aceh Munawar mengatakan di provinsi Aceh lembaga yang terlibat aktif di bidang pariwisata yaitu Pemerintah Kota Subulussalam, hal itu kata Munawar, berkat dukungan penuh Ade Fadly Pranata Bintang, yang saat ini duduk sebagai Ketua DPRK Subulussalam.

Ia menjelaskan sapta pesona atau program sadar wisata dengan penerapan sapta pesona terlebih dahulu kepada pribadi pelaku wisata itu sendiri, seperti menerapkan kebersihan, keindahan dan kenyamanan. Ketika pengunjung datang ke Subulussalam, pelaku wisata harus bisa memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Ketua Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) Aceh, Munawar Khalil saat menyampaikan materi dalam acara Ramadan Talk Show yang diikuti puluhan pelajar sederajat se-Kota Subulussalam di Arena Ramadan Fair, Pujasera, Lapangan Beringin, Kota Subulussalam, Rabu, 12 April 2023.

Disebutkan, ada enam poin yang perlu diperhatikan bagi pelaku wisata di antaranya aman, tertib, bersih, indah dan sejuk. Satu lagi, poin yang paling penting yaitu house vitaliti saling hormat menghormati ketika menyambut dan menerima kedatangan tamu yang berkunjung ke wisata di daerah.

Sementara Ade Fadly dalam pemaparannya menyampaikan saat ini sektor wisata mendapat perhatian serius bagi Pemko Subulussalam terkait pengembangan dan menggali potensi wisata yang ada di Bumi Sada Kata yang dijululi kota dengan 1001 air terjun ini.

Ia menyebutkan keindahan wisata air di Kota Subulussalam tidak kalah saing dengan wisata-wisata lainnya yang ada di Indonesia. Salah satunya, Tahura Lae Kombih yang endemik pohon kapur, the only one atau hanya satu-satunya ada di Kota Subulussalam tidak ada di tempat lain.

Fadly bercerita bahwa mumifikasi jasat Fir’aun zaman dulu menggunakan kabur barus. Percaya atau tidak, kata Fadly bahwa kapur barus disuplai dari tanah Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, termasuk juga disuplai dari Kota Subulussalam.

Ketua DPRK Ade Fadly Pranata Bintang, S. Ked saat menyampaikan materi dalam acara Ramadan Talk Show yang diikuti puluhan pelajar sederajat se-Kota Subulussalam di Arena Ramadan Fair, Pujasera, Lapangan Beringin, Kota Subulussalam, Rabu, 12 April 2023.

“Jadi hutan Lae Kombih itu ada kayu kapur dulu diekspor ke Mesir untuk mumifikasi mayat-mayat di Mesir pada masa itu,” kata Fadly dalam Ramadan Talk Show yang turut dihadiri Kabid Pariwisata Zulkarnain.

Karena itu, Fadly mengajak para pelajar untuk mengetahui potensi-potensi wisata yang ada di Kota Subulussalam seperti wisata air terjun, wisata religi makam Syekh Hamzah Fansuri di Oboh, Rundeng dan wisata Tahura Lae Kombih.

Menurut Fadly, pelajar bagian dari komponen terbesar yang mampu mempromosikan wisata Kota Subulussalam ke depannya. Pelajar diharapkan bisa berpikir menjadi agen pariwisata, sehingga kota ini menjadi lebih baik lagi ke depannya, dan dikenal masyarakat luas melalui potensi wisata yang ada di Bumi Sada Kata.(Disporapar)

 

Baca juga: