Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita Aceh UtaraAksi Mogok Kerja...

Aksi Mogok Kerja Berlanjut, Direktur RSUCM Aceh Utara Temui Tenaga Sukarela

LHOKSEUMAWE – Aksi mogok kerja para tenaga sukarela Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara di Buket Rata, Lhokseumawe, berlanjut hingga Rabu, 12 Oktober 2022. Direktur RSUCM, dr. Baihaqi, akhirnya menjumpai mereka, Rabu siang.

Informasi diperoleh portalsatu.com, para tenaga sukarela itu mendirikan tenda sebagai “Posko Perjuangan”, di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh, depan RSUCM, sejak Selasa kemarin.

Di lokasi “Posko Perjuangan” itu dipasang sejumlah spanduk. Di antaranya, tertulis “Hentikan penjajahan di Bumoe Pasee”; “Karyawan mogok”, “Mogok sukarela”; dan “Sukarela bersatu menuntut hak” .

“Banyak (tenaga sukarela) yang bertugas jaga malam di bawah tenda ini, tadi malam, khususnya pria. Sedangkan yang perempuan kita minta pulang ke rumah,” kata seorang tenaga sukarela RSUCM.

Dia meyebut aksi pihaknya mendapat dukungan dari para aktivis Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) Aceh dan EW LMND Lhokseumawe. Sehingga pada Rabu pagi, mereka menggelar aksi damai dengan saling berorasi secara bergantian di dekat “Posko Perjuangan” itu.

Dalam orasi itu, mereka membacakan sejumlah tuntutan. Di antaranya, meminta Pj. Bupati Aceh Utara untuk mengeluarkan SK BLUD kepada staf RSUCM yang sah secara hukum; meminta Pj. Bupati agar menetapkan gaji sesuai UMP Aceh kepada tenaga kesehatan sukarela Aceh Utara; meminta Pj. Bupati agar mengevaluasi manajemen RSUCM; dan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh agar mengaudit keuangan RSUCM.

“Kawan-kawan (tenaga sukarela) juga menyampaikan, jika Pak Direktur (RSUCM) tidak turun dari ruangannya untuk menjumpai kawan-kawan, maka kita akan terobos ke dalam (RSUCM). Akhirnya, Pak Direktur datang menjumpai kami, sekitar pukul 12.00 WIB,” ujar tenaga sukarela tadi.

Di hadapan Direktur RSUCM yang dikawal banyak personel kepolisian, koordinator aksi tenaga sukarela itu menyampaikan tuntutan. Yakni, meminta SK BLUD RSUCM kepada tenaga sukarela, dan upah sesuai UMP Aceh.

“Teman-teman (tenaga sukarela) sudah menyiapkan satu surat untuk Pak Dir (Direktur) tanda tangani sebagai jaminan supaya teman-teman punya pegangan. Saya kira Pak Dir punya empati itu kepada teman-teman,” kata Fakrurrazi (Kibo), salah seorang aktivis LMND Aceh.

Merespons hal itu, Direktur RSUCM, dr. Baihaqi, mengatakan, “Apa yang sudah saudara sampaikan, pertama: SK BLUD, dan kedua: masuk dalam upah UMR (Upah Minimum regional), saya sudah dengarkan. Beri kesempatan kepada kami untuk mempelajarinya dulu. Kalau memang tidak berbenturan, tidak ada masalah dengan regulasi, kita siapkan. Tapi, kalau ke depannya jadi bermasalah, saya minta maaf”.

“Kasih kesempatan, tapi jangan dipaksa terburu-buru harus segera. Kami bekerja segera, tetapi saya ini lagi ada tamu Tim Akreditasi. Kalau minggu ini tidak bisa. Saya sudah bilang sama tim teman-teman kalian yang lima orang, neu japri lon nye (kirim pesan via WhatsApp ke saya kalau) memang saya belum tampak tanda-tanda, untuk kita cari solusi. Kalau sesuai, ya, kita itulah,” ujar Direktur RSUCM.

Penjelasan itu ditanggapi Kibo aktivis LMND Aceh, “Yang penting Pak Dir mau menandatangani, itu saja. Pak Dir, mengambil kebijakan atas dasar musyawarah dari pihak manajemen. Kalau ada pejabat yang tidak setuju dengan (tuntutan) ini, Pak Dir boleh melakukan pemecatan”.

“Ini demi kita semua, supaya urusan ini berlangsung dengan baik. Kalau Pak Dir bersedia, teman-teman mempersiapkan surat. Apakah kita, perwakilan tenaga sukarela, akan menandatangani di dalam (RSUCM) atau di sini (posko perjuangan). Kalau sudah selesai ditandatangani, (nanti) perwakilan lima orang bawa surat itu ke sini tampakkan supaya menjadi pegangan bagi teman-teman,” kata Kibo.

Kibo menambahkan, “Kalau Pak Dir (kemudian) melanggar apa yang sudah ditandatangani, maka saya juga akan mengambil sikap. Jadi, sama-sama kita bekerja, kebijakan publik ini harus memihak semua orang, kepada nasib teman-teman ini”.

Orasi Kibo itu disambut para tenaga sukarela dengan yel-yel “Hidup Pak Dir…. Hidup….”

Baca juga: Setelah Demo, Banyak Tenaga Sukarela RSUCM Aceh Utara Mogok Kerja

> Ramai Tenaga Sukarela RSUCM Gelar Aksi di Kantor Bupati Aceh Utara, Ini Tuntutannya.[](red)

Baca juga: