SUBULUSSALAM – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Subulussalam, Asmiadi, S.K.M, mengumumkan keterkaitan antara dirinya dan sejumlah komisioner lainnya dengan tim sukses salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota  Subulussalam peserta Pilkada 2024.

Hal itu disampaikan Asmiadi saat membuka simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2024, Selasa, 12 November di halaman Kantor KIP Kota Subulussalam.

Acara tersebut dihadiri Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Subulussalam. Dalam kesempatan itu, Asmiadi menyatakan bahwa dia memiliki hubungan saudara dengan Ardhi Yanto Ujung yang merupakan politisi Partai Aceh sekaligus tim sukses pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Subulussalam nomor urut 3 Fajri Munthe dan Karlinus atau Fakar.

Selain dirinya, Asmiadi juga menyampaikan beberapa koleganya juga memiliki hubungan dengan timses kandidat lainnya, seperti Malim Sabar Pardosi dan Syahputra Cibro.

Seperti diketahui Syahputra Cibro merupakan timses paslon nomor urut 2, Haji Rasyid Bancin (HRB) dan Nasir, S.E atau disingkat Rabbani.

Kemudian, komisioner Malim Sabar Pardosi, merupakan keluarga atau sanak saudara dengan paslon nomor urut 1, Drs H. Salmaza, M.A.P dan Bahagia Maha atau Sabah.

Satu lagi, Arman Bako memiliki hubungan dengan Zulyadin, timses paslon nomor urut 4, H. Affan Alfian Bintang, S.E dan Irwan Faisal, S.H atau BISA. Keterkaitan hubungan keluarga Arman Bako dengan Zulyadin, sempat lupa diumumkan Asmiadi saat berada di atas panggung.

Ia baru teringat ketika sampai di meja tamu undangan saat diingatkan sejumlah wartawan yang duduk satu meja dengan dirinya bersama Sekretaris KIP Kota Subulussalam, Elwin Latif.

“Waduh lupa saya menyampaikan satu orang lagi, Pak Arman Bako,” ujar Asmiadi kepada wartawan dan beberapa undangan sehingga memicu galak tawa para tamu di sana.

Meski memiliki hubungan kekerabatan dengan timses paslon, namun Asmiadi memastikan mereka bekerja secara terukur dan sesuai dengam tugas pokok dan fungsi selaku penyelenggara pilkada.

Asmiadi menjelaskan, menurut undang-undang yang berlaku, dirinya sebagai penyelenggara Pilihan Umum (Pemilu) diwajibkan menjaga profesionalitas dan integritas dengan memberikan pernyataan sikap atas hubungannya dengan para peserta atau timses.

Hal itu mereka umumkan ke publik guna memastikan penyelenggaran Pilkada Subulussalam 2024 berjalan dengan jujur, adil, dan trasnparan.

“Ini kami umumkan agar semua pihak dapat memantau pergerakan kami, karena kami sampaikan bahwa walau memiliki hubungan kerabat dengan timses kandidat, tapi dalam pekerjaan kami terukur, sesuai SOP dan undang-undang,” tegas Asmiadi.

Menurut Asmiadi dengan pengumuman itu sehingga pergerakan mereka dapat dipantau dan diawasi publik, sehingga tidak ada anggapan jika komisioner KIP melakukan hal lain yang bertentangan dengan kode etik atau pelanggaran lainnya.

Asmiadi bilang bahwa simulasi ini dilaksanakan dalam rangka memberikan edukasi bagi para pemilih dalam menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara mendatang.

Selain itu simulasi yang dijalankan juga dalam rangka mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti adanya pemilih tak memiliki hak pilih diberikan surat suara, pemilih diberikan surat suara lebih dari satu dan dicoblos.[]