Munawir mengajak Azmi dan Razi pindah ke Peukan Bada, karena melihat usaha mereka di Blang Padang kurang laris. “Dan rumah kontrakan sudah mulai diminta biaya. Mereka juga tidak tahu makan nasi di mana, makanya inisiatif saya mereka berjualan di sini, dan saya suruh tinggal bersama saya. Alhamdulillah toke saya menerima mereka dengan ikhlas,” ungkapnya.
Majikan Munawir, Dian Maulita (29 tahun), owner/pemilik dm_shopbandaaceh dan Toko Maulita di Peukan Bada, juga meminjamkan sepeda motor untuk mereka belanja, karena becaknya sudah digadaikan.
“Mereka membuka gerobaknya itu mulai jam empat sore sampai tengah malam. Kadang-kadang jam dua malam (dinihari) masih dibuka. Pernah tidak laku, semua adonan itu dibuang karena tidak bisa dipakai lagi untuk besok,” kata Munawir.
Pernah tutup hingga viral
Azmi dan abangnya mampu bertahan melewati kondisi tidak menguntungkan itu lantaran adanya kepedulian Munawir, Dian Maulita dan orang lainnya di Peukan Bada.
“Yang membuat saya semangat, masyarakat di sini sangat peduli kepada kami. Dibantu kayu-kayu untuk kami buah tempat berteduh dan dibantu kursi untuk kami beristirahat. Ibu (Dian Maulita) yang punya toko tempat kami tinggal sangat baik orangnya, kadang kami dibelikan nasi, dikasih modal untuk kami berjualan lagi setelah kami pernah menutup gerobak, dan juga diviralkan agar banyak orang yang beli martabak kami,” tutur Azmi.
Azmi mengatakan, ‘satu minggu berturut-turut sebelum kami diviralkan itu memang sama sekali tidak laku. Semua adonan yang saya buat saya buang, sampai menutup gerobak karena kami tidak punya modal lagi”.

Usaha martabak dan roti canai dibuka kembali setelah mendapat modal dari Dian Maulita. Pengusaha ini lantas memotret Azmi dengan kamera telepon pintar miliknya, dan menyebarkan dengan cepat via media sosial.
Dalam foto itu, Azmi duduk di balik gerobak martabak. Foto tersebut berisi keterangan, “Mohon bantuan dagangan adek ini rakan2 semua.. Seorang anak yatim dari Aceh Utara, putus sekolah dan berjualan martabak dan canai di daerah peukan bada, aceh besar, banda aceh. Dagangan kurang laris. Sampai adonan selalu terbuang. Jd buat yg area banda aceh dan aceh besar yuk mampir di coba dagangan nya. Enak cuma 5 rb/bungkus. Mohon dibantu di promosi rakan2 semua”.





