ACEH UTARA – Deru tawa anak-anak bersahutan dengan riuh musik dari wahana permainan yang berputar. Di sudut lain, kepulan asap aroma kuliner khas menggugah selera, sementara ribuan pasang mata tampak berbinar menikmati suasana. Malam itu, kawasan Landing di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, benar-benar hidup.

Ribuan warga memadati area tersebut untuk memeriahkan Piasan Pase 2026. Perhelatan akbar yang digelar oleh Pemkab Aceh Utara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara dan Samudra Pasai yang diklaim ke-800 ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Kepadatan pengunjung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara sudah mulai terlihat sejak malam pembukaan pada Senin, 7 September 2026. Namun, memasuki akhir pekan, atmosfer kemeriahan itu kian memuncak.

Pantauan portalsatu.com pada Jumat (11/9/2026) malam, sekeliling lokasi kegiatan sesak dipenuhi warga yang datang berbondong-bondong bersama keluarga, pasangan, maupun sejawat. Pusat perhatian tidak hanya tertuju pada panggung utama, di mana penonton tampak terpingkal-pingkal menyaksikan banyolan komedian legendaris Aceh, Abdul Hadi alias Joni Kapluek. Kemeriahan yang sama hangatnya juga terpancar dari deretan stan pameran.

Di sana, beragam produk kerajinan dan kuliner khas daerah dipamerkan. Stan-stan ini menjelma menjadi titik kumpul favorit warga. Pengunjung bisa berjalan santai melihat produk UMKM lokal yang unik, sekaligus memanjakan lidah mencicipi aneka makanan dan minuman yang dijajakan para pelaku usaha dengan ramah.

Tidak sekadar hura-hura, Piasan Pase juga membawa misi mulia dengan menghadirkan kembali rekam jejak sejarah kejayaan Kerajaan Samudra Pasai. Kehadiran unsur sejarah ini memberikan warna yang mendalam dan bermakna bagi pengunjung, mengingat Samudra Pasai adalah fondasi penting dari sejarah Aceh, Nusantara, hingga panggung Asia Tenggara.

Magnet Wahana Malam dan Uji Nyali di Pasar Malam

[Pengunjung mengantre di depan wahana Istana Hantu saat menikmati suasana malam pada pameran Piasan Pase 2026 di Simpang Landing, Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat (11/9/2026) malam. Berbagai wahana hiburan rakyat dihadirkan untuk memberikan pengalaman rekreasi sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi UMKM lokal. Foto: Fazil/portalsatu]

Namun, bagi sebagian besar keluarga dan anak muda yang datang, keberadaan berbagai wahana permainan tradisional khas pasar malam menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Menariknya, antusiasme pengunjung tidak hanya menumpuk di pusat utama kegiatan.

Spot wahana bermain anak-anak yang sengaja ditempatkan di halaman Kantor BPBD Aceh Utara dan lapangan depan Kantor DPRK Aceh Utara, Simpang Landing, juga tampak penuh sesak oleh lautan manusia.

Berbagai wahana hiburan sengaja disediakan untuk memberikan pengalaman rekreasi yang berbeda bagi masyarakat. Anak-anak kecil tampak ceria menikmati setiap jengkal permainan, sementara para orang tua dengan setia mendampingi dan mengawasi buah hati mereka dari tepi wahana.

Sebut saja wahana pemacu adrenalin seperti Istana Hantu, Kereta Api, Kincir Ria (Bianglala) yang berhias lampu warna-warni, Perahu Naga, Ombak Banyu, Kuda-kudaan, hingga Istana Balon. Kehadiran permainan-permainan ini membuat kawasan pusat pemerintahan di Landing berubah drastis menjadi magnet hiburan rakyat yang sangat hidup, terutama saat matahari mulai tenggelam.

Bukan hanya anak-anak, kalangan muda-mudi pun punya pilihan uji nyali tersendiri. Atraksi ekstrem nan memukau dari pembalap wanita dalam roda gila, Al Fairuz Wahana Circus, sukses menyedot perhatian besar pengunjung. Atraksi menegangkan yang digelar di halaman Kantor BPBD Aceh Utara tersebut berhasil mengundang rasa penasaran tinggi, membuat penonton menahan napas menyaksikan kelihaian sang pengendara.

Surga Kuliner dan Berkah Ekonomi Rakyat

Piasan Pase juga menjadi momen pelepas penat bagi warga untuk berburu kuliner. Berbagai lapak makanan dan minuman berjejer rapi menjajakan dagangannya di sepanjang area kegiatan. Kondisi ini menjadikan area Piasan Pase tidak sekadar tempat menonton hiburan, tetapi tempat bersosialisasi yang hangat bagi keluarga untuk makan bersama di bawah langit malam Landing.

Bagi para pedagang, tumpah ruahnya pengunjung adalah berkah yang mendatangkan tambahan pendapatan yang signifikan selama acara berlangsung. Perputaran uang dari kantong pengunjung ke tangan para pelaku usaha kecil bergerak cepat di malam hari.

Membludaknya jumlah warga yang datang tentu saja berimbas pada urat nadi transportasi. Kepadatan arus kendaraan tak terhindarkan terjadi di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di kawasan Simpang Landing, baik dari arah barat maupun timur. Kendati demikian, kesiapsiagaan aparat pengamanan yang sigap mengatur arus lalu lintas membuat kendaraan tetap bisa merayap melintas dengan lancar.

Kebahagiaan ini dirasakan langsung oleh Wawan, salah seorang pengunjung yang malam itu datang membawa serta keluarganya. Baginya, Piasan Pase adalah ruang hiburan yang sangat dinantikan oleh warga Lhoksukon dan sekitarnya.

“Saya membawa anak bermain ke sini, banyak sekali pilihannya. Tentunya kita masyarakat sangat mendukung kegiatan seperti ini yang dilakukan Pemkab Aceh Utara untuk mengembangkan perputaran ekonomi warga melalui UMKM,” kata Wawan penuh semangat, Jumat malam.

Wawan menambahkan bahwa kegiatan semacam ini memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang nyata bagi para pedagang kecil yang mencari nafkah di sela-sela acara. Masyarakat bisa pulang membawa kebahagiaan, sementara pelaku UMKM bisa pulang membawa keuntungan.

Mengingat seluruh rangkaian kegiatan Piasan Pase ini masih akan terus berlangsung hingga 13 September 2026, masyarakat Aceh Utara masih memiliki sisa waktu beberapa hari ke depan untuk datang dan menikmati suguhan hiburan, wahana, pameran sejarah, hingga petualangan kuliner malam di Landing.[]