Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaBerita LhokseumawePTPL Kembalikan Uang...

PTPL Kembalikan Uang Rp100 Juta ke Kejari Lhokseumawe dari Mantan Kepala BPKD

LHOKSEUMAWE – PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) menyerahkan uang Rp100 juta kepada Kejari Lhokseumawe, setelah PTPL menerima pengembalian duit tersebut dari Azwar, mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), yang sekarang menjabat Inspektur Kota Lhokseumawe.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Direktur Utama PTPL, Mohammad YY. Dinar, mengembalikan uang—yang diserahkan Azwar—ke penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Jumat, 9 Juni 2023.

“Betul, betul. Hari Jumat kemarin, Pak Azwar serahkan kepada PTPL, hari yang sama juga kita kembalikan ke Kejaksaan, karena (uang) itu tidak tercatat di keuangan kita (Bendahara PTPL). Iya, uang tunai 100 juta,” kata Mohammad YY. Dinar dikonfirmasi portalsatu.com melalui telepon, Selasa, 13 Juni 2023.

Apakah ada disampaikan oleh Azwar kepada PTPL, uang apa yang diserahkan itu? “Menurut informasi yang disampaikan Pak Azwar bahwa ada peminjaman dari PTPL oleh beliau. Tahunnya saya tidak ingat lagi. Iya, masa PDPL. Inikan di luar masa saya menjabat. Maka kita serahkan langsung ke Kajaksaan, dan sudah diterima oleh penyidik,” ujar Mohammad YY. Dinar yang resmi menjabat Dirut PTPL setelah dilantik oleh Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Jumat, 17 Februari 2023.

Untuk diketahui, Pemko Lhokseumawe telah mengubah bentuk hukum Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) atau PTPL melalui Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 10 tahun 2018, tanggal 31 Desember 2018.

Kajari Lhokseumawe, Lalu Syaifudin, S.H., M.H., dikonfirmasi portalsatu.com melalui Kasi Intelijen Therry Gutama, S.H., M.H., via telepon, Selasa (13/6), membenarkan penyidik sudah menerima uang Rp100 juta yang diserahkan PTPL setelah dikembalikan oleh Azwar.

“Iya, benar. Rp100 juta. Uang itu sudah dititipkan pada Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) atas nama Kejaksaan (di BSI),” kata Therry Gutama.

Mewakili Kajari, Kasi Intelijen Kejari Lhokseumawe itu mengimbau kepada pihak-pihak lainnya yang merasa mendapatkan uang tidak berhak diterima dari PDPL/PTPL dan PT Rumah Sakit Arun ataupun Rumah Sakit Arun agar segera mengembalikan/menyerahkan kepada penyidik untuk disita.

Baca juga: Penyidik Periksa Sejumlah Pejabat Pemko Lhokseumawe Saksi Kasus PT Rumah Sakit Arun

Sementara itu, mantan Kepala BPKD yang sekarang menjabat Inspektur Kota Lhokseumawe, Azwar, tidak merespons panggilan masuk di telepon selulernya saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 13 Juni 2023.

Azwar juga tidak menjawab pertanyaan dikirim portalsatu.com via pesan Whatsapp, Jumat, 24 Februari 2023, terkait kuitansi tertulis: “Telah terima dari PDPL/Agustina. Uang sejumlah Seratus Juta Rupiah. Untuk pembayaran Kegiatan Pemko Lsm”. Kuitansi itu ditandatangani Azwar, S.H., di atas materai 6000, tanggal 10 Juli 2017.

Diduga Azwar S.H., itu adalah Kepala BPKD Lhokseumawe pada tahun 2017. Sebelumnya, Azwar merupakan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Kota Lhokseumawe. Dia dilantik sebagai Kepala BPKD pada 2 Februari 2017. Wali Kota kemudian melantik Azwar menjadi Inspektur Kota Lhokseumawe pada 31 Maret 2020. Artinya, Azwar menjabat Kepala BPKD sejak 2 Februari 2017 sampai 31 Maret 2020. Setelah itu, ia menjadi Kepala Inspektorat Kota Lhokseumawe hingga tahun 2023 ini.

Lihat pula: Menyoal Penarikan Deviden Rp3 Miliar PT Rumah Sakit Arun Lhokseumawe

Menurut satu sumber, Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, menonaktifkan sementara Azwar sebagai Inspektur Kota Lhokseumawe, setelah terbongkarnya kuitansi penerimaan uang Rp100 juta dari PDPL itu. Pj. Wali Kota Imran menunjuk Bukhari, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik sebagai Plh. Inspektur Kota Lhokseumawe sejak 13 Februari 2023.

Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Imran, kemudian mengaktifkan kembali Azwar sebagai Inspektur Kota Lhokseumawe terhitung 30 Maret 2023.

Baca juga: Pj Wali Kota Aktifkan Kembali Azwar Sebagai Inspektur Lhokseumawe Setelah Diperiksa Jaksa.[](red)

Baca juga: