BANDA ACEH – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh mengelola 290 paket dengan pagu anggaran Rp1,493 triliun lebih berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2021.
Dari jumlah itu, 94 paket melalui penyedia dengan pagu Rp1,350 triliun lebih, dan 196 paket swakelola pagu Rp143,433 miliar.
Pagu anggaran Dinas PUPR terbanyak kedua setelah Dinas Pendidikan Aceh. Data tersebut dilihat portalsatu.com/ pada laman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP RI, Selasa, 12 Oktober 2021.
Baca juga: RUP 2021: Dinas Pendidikan Aceh Terbanyak Paket dan Anggaran, Lihat Datanya
Sementara itu, data pada laman resmi P2K-APBA, realisasi keuangan Dinas PUPR Aceh per 7 Oktober baru 32,9 persen dari target 45,7 persen sampai 15 Oktober 2021.
Adapun data Pantau Aktivitas Strategis APBA 2021, per 7 Oktober baru 26 paket PUPR yang realisasi fisik 56-94 persen, 5 paket realisasi fisik 31-55 persen, dan 14 paket realisasi fisik 1-30 persen. Empat paket PUPR belum taktuk, dan 13 paket belum tanda tangan kontrak.
Kadis PUPR Aceh, Mawardi, dihubungi pada Selasa (12/10) siang, tidak merespons panggilan masuk di telepon selulernya. Mawardi juga belum menjawab konfirmasi melalui pesan WhatsApp yang dikirim portalsatu.com/, Selasa, sekitar pukul 10.20 WIB.
Berikut daftar paket/proyek Dinas PUPR Aceh berdasarkan data RUP 2021:
Paket melalui penyedia




Paket melalui swakelola








[](nsy)








