BerandaBerita Aceh UtaraLSM Ini Minta Kejari Periksa Mantan Bupati Terkait Kasus Rumah Bantuan Baitul...

LSM Ini Minta Kejari Periksa Mantan Bupati Terkait Kasus Rumah Bantuan Baitul Mal Aceh Utara

Populer

LHOKSUKON – LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTaK) mengapresiasi Kejari Aceh Utara yang telah menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan rumah kaum duafa pada Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara Tahun Angagran 2021. GerTaK meminta Kejari memproses kasus tersebut sampai tuntas, dan bila perlu juga memeriksa mantan Bupati Aceh Utara.

“Pertama, kita apresiasi Kejari Aceh Utara yang telah melakukan penetapan tersangka, sehingga kasus ini sudah ada peningkatan, dan progresnya sangat baik. Dalam waktu terbilang cukup cepat, Kejari Aceh Utara telah menetapkan tersangka,” kata Koordinator GerTaK, Muslem Hamidi, dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Kamis, 4 Agustus 2022.

Menurut Muslem, penetapan lima tersangka tersebut seharusnya tidak menjadi akhir dari penanganan kasus, namun merupakan awal untuk selanjutnya bisa diselesaikan dengan cepat. “Apabila dimungkinkan apakah akan ada tersangka lain itu kita lihat nanti proses ke depan. Kita juga ingin melihat nanti apakah kasus ini akan displitsing, sehingga memungkinkan apakah bisa bertambahnya jumlah tersangka setelah dilakukan pendalaman kasus ini nantinya,” ujarnya.

Baca juga: Kejari Minta Hitung Kerugian Negara Kasus Rumah Bantuan Baitul Mal, Ini Kata Inspektur Aceh Utara

Dia menyatakan pihaknya akan mendukung Kejari Aceh Utara ke depan untuk terus melakukan upaya-upaya penegakan hukum. Termasuk kasus-kasus lain yang sedang ditangani Kejari saat ini. Seperti kasus dugaan korupsi pembangunan Monumen Samudra Pasai yang telah lama ditetapkan tersangka.

“Lalu, bagaimana kabarnya kini. Ini juga kita pertanyakan, sehingga pihak Kejari diharapkan agar tidak hanya berhasil menetapkan tersangka saja, tapi harus cepat juga menuntaskan perkara korupsi di Aceh Utara supaya bisa menjadi warning dan pelajaran bahwa setiap kasus korupsi tentu akan diproses hukum di Aceh Utara,” tegas mantan Ketua BEM Unimal itu.

Muslem menambahkan ke depan pihaknya akan terus mengawal proses hukum kasus pembangunan rumah bantuan untuk senif fakir dan miskin (kaum duafa) pada Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara sampai tuntas. “Sehingga penanganan kasus ini kita harap benar-benar bisa menjerat orang-orang yang patut dianggap ikut bertanggung jawab,” katanya.

“Jika perlu Kejari juga bisa meminta keterangan dari mantan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, sehingga kasus ini dapat ditangani secara terang dan mendapatkan keterangan lebih baik. Karena selaku Bupati yang telah mengeluarkan kebijakan pembentukan tim penyelenggara swakelola pembangunan rumah duafa tersebut dimungkinkan juga bahwa Bupati saat itu mempunyai keterangan dan dukungan informasi yang akan membantu proses penanganan perkara ini menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, lima tersangka yang ditetapkan Kejari Aceh Utara dalam kasus itu berinisial YI (43), Kepala Baitul Mal Aceh Utara merangkap Pengarah Tim Pelaksana, Z (39), Koordinator Tim Pelaksana, ZZ (46), Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara/Kuasa Pengguna Anggaran merangkap Pengarah Tim Perencana, M (49), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan RS (36), Ketua Tim Pelaksana.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Dr. Diah Ayu H. L. Iswara Akbari, melalui Kasi Intelijen Kejari, Arif Kadarman, S.H., menyebut pembangunan rumah senif fakir dan miskin pada Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara TA 2021 sebanyak 251 unit dilaksanakan secara swakelola dengan anggaran Rp11.295.000.000 bersumber dari PAD khusus yakni dana zakat.

“Mulai dikerjakan 31 Agustus 2021 dengan jangka waktu pengerjaan selama 120 hari kalender, dan sampai saat ini sebagian besar pembangunan rumah tersebut belum selesai 100 persen,” kata Arif Kadarman dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Selasa (2/8) malam.

Baca: Jaksa Tetapkan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Rumah Bantuan Baitul Mal Aceh Utara

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara, Zulfikar Z, mengaku belum mengetahui secara resmi atas penatapan tersangka terhadap dirinya oleh penyidik Kejari.

“Baru saya tahu dari berita barusan. Kalau dari pihak Kejari belum ada menerima surat resmi apapun terkait hal itu (penetapan tersangka). Tapi kemarin (Senin, 1/8) juga ada dilakukan pemeriksaan oleh tim Kejari. Setelah saya membaca berita itu saya terkejut,” kata Zulfikar dihubungi portalsatu.com, Selasa (2/8) malam.

Menurut Zulfikar, saat dirinya diperiksa pada Senin (1/8), juga ditanyakan apa saja tugas Pengarah Tim Perencana. Dia menjelaskan tugas Tim Perencana membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar. Sedangkan untuk penetapan nama-nama penerima manfaat rumah bantuan tersebut dilakukan berdasarkan sidang musyawarah antara Tim Verifikasi, Kepala Baitul Mal, dan Tim Pengawas Baitul Mal Aceh Utara.

“Saya belum tahu ini mau bagaimana, sekarang sedang bingung saya. Nanti saya koordinasi lagi sama rekan-rekan mengenai perkara hukum, biasanya seperti apa untuk selanjutnya. Karena saya kurang paham juga tentang hukum,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menjelaskan pembangunan rumah bantuan tersebut sebanyak 251 unit. Dari jumlah itu yang sudah dilakukan pekerjaan 100 persen sekitar 139 rumah khususnya di wilayah Timur dan Barat Aceh Utara. Sisanya 112 unit lagi progresnya rata-rata sudah mencapai 96 persen di wilayah tengah seperti Kecamatan Tanah Luas, Pirak Timu, Matangkuli, Lhoksukon, dan Cot Girek.

“Wilayah tengah itu maksudnya daerah terdampak banjir sebelumnya, sehingga sempat terkendala dalam proses pembangunan saat itu. Kami sudah menjelaskan juga terkait kondisi ini kepada pihak Kejari. Kalau dikatakan korupsi, mana mungkin bisa dikerjakan rumah dan tidak akan terbangun seperti sekarang. Harapan kami sebenarnya jangan sampai terjadi seperti ini (penetapan tersangka),” ujar Zulfikar.

Baca: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Begini Respons Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara.[](red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya